Langsung ke konten utama

Umat Terbaik



Umat Terbaik

Oleh: Ustadz Abdul Somad LC MA


Umat ini dikatakan umat terbaik bukan karena pergi kemekkah dan madinah setahun 2 kali
Umat ini dikatakan umat terbaik bukan karena suaranya merdu membaca al-Qur’an
Umat ini dikatakan umat terbaik bukan karena suara lantang saat menyampaikan khutbah

Umat ini dikatakan umat terbaik kalau kamu sanggup mengajak orang berbuat baik
Umat ini dikatakan umat terbaik kalau kamu sanggup melarang perbuatan munkar, yang sanggup dengan tangannya, Yang sanggup dengan kekuasaannya, Yang sanggup dengan jabatannya,
Jika kamu punya harta, bantulah kaum fakir,miskin, yatim, dan orang yang membutuhkan
Jika kamu punya tenaga, bantulah orang lain dengan tenagamu tanpa mengharapkan imbalan
Jika kamu punya ilmu, ajarkan ilmu itu kepada orang lain, ajaklah  manusia untuk mempelajari agama islam dan mengamalkannya dengan berbagai cara
“Man Ra’a Minkum Munkaaran Fal Yu Ghayyirhu Bi Yadihi”
 Siapa diantara kalian melihat kemungkaran, Rubahlah dengan Tangan.  Ketika kekuasaan masih ada ditanganmu, pakailah ia untuk Menegakkan Agama Allah. Orang yang paling rugi adalah Orang yang pernah menerima kekuasaan tapi tidak pernah dipakai untuk menolong agama Allah
Itulah cara agar menjadi kaum terbaik, yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya manakah yang benar antar "Kowe" dengan "Koe"?

Halo sobat! Makasih ya udah mampir ke FSNtimes, oh ya kali ini FSNtimes akan membahas tentang “Belajar Bahasa Jawa Yang Benar”. Kok bahasa jawa sih? Yo iyo, amarga kan aku wong jowo hihihi. Pada umumnya, Orang Jawa biasanya memanggil seseorang (kamu) dengan kata “kowé” atau “koe” ( yah walaupun ada lagi dengan bahasa yang lebih halus yaitu “Panjenengan dan Njenengan”. Tapi taukah kalian bahwa “Kowé” dan “Kamu”  itu memiliki arti yang berbeda? Berikut penjelasannya: Dalam kamus bahasa jawa “kowé” memiliki arti kamu. Sedangkan “koe” artinya adalah Anak lutung atau Anak Monyet. Nah jadi akhirnya yang benar adalah “Kowé” bukan “koe” jadi mulai dari sekarang kita harus berhati-hati dalam menulis dan mengucapkan kata “Kowé dan Koe” karena walaupun hanya beda satu huruf tapi akan membuat maknanya berbeda jauh. Dan kita juga bisa mendapat dosa lho karena jika kita menggunakan kata “koe” untuk memanggil nama orang, maka sama saja kita menghina atau menganggap orang itu adalah “Anak Lutu...

Berbakti Kepada Orang Tua - Ustadz Hanan Attaki

B erbakti kepada kedua Orang Tua FSNtimes  Ada satu hadist dari Rasulullah SAW tentang berbakti kepada orang tua ” Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya, Diluaskan Rezekinya, Hendaklah ia berbakti kepada orang tua. Dan menyambung silahturahim” Ternyata, Berbakti kepada orang tua itu adalah syarat untuk diberikan umur yang panjang. Arti umur yang panjang ada dua: yang pertama bisa bener-bener Allah tambah durasi waktu, yang kedua bisa berarti kehidupan kita itu akan sangat bahagia sepanjang hidup. Tidak ada yang sia-sia. Sehingga kalau kita merasa bahwa pekerjaan kita mulai banyak masalah, usaha-usaha kita mulai mengalami kerugian, lantas kita mencari-cari penyebabnya.   Kita evaluasi sekian banyak hal, Tapi jangan lupa, yang pertama harus kita evaluasi adalah kita evaluasi dulu hubungan kita dengan Allah SWT, kemudian evaluasi hubungan kita dengan orang tua. Oleh: Ustadz Tengku Hanan Attaki Twitter : @PemudaHijrah      ...

Dilan Bukan Pemuda Idaman!!!

Dilan, Bukanlah Pemuda Idaman! Oleh: Muhammad Fahrul Alam FSNtimes Sobat, akhir-akhir ini dunia remaja di Indonesia sedang diramaikan film Dilan. Film dilan diadopsi dari novel berjudul sama, yaitu Dilan 1990. Sebagai muslim dan muslimah yang cerdas, tak layak bagi kita merespon dengan cepat dan mudah ikut-ikutan. Biasakan berfikir sebelum berbuat. Film Dilan ini makin membuat kita membawa kedekatan kepada Allah atau justru malah merangsang kemaksiatan kita pada Allah. Baca juga:  Amalan kecil yang bisa membawa kita masuk surga Sobat, tak ada yang mengagumkan dari novel dan film Dilan ini. Jalan ceritanya didominasi dengan pacaran yang jelas-jelas haram dalam islam, pendewaan nafsu, dan maksiat atas nama Cinta. Jika banyak yang bilang keunikan ada diromantisme Dilan. Namun justru disitulah rayuan maut syaitan yang membius iman kita. Kecerdasan yang ditampilkan dalam jalan cerita hanyalah kamuflase dari kebodohan pemuda yang dangkal ajaran agama dan iman yang ...