Langsung ke konten utama

Ummati...

💞 UMMATI YAA ROBBI... UMMATI YAA ROBBI


Diceritakan dalam hadist yang sangat panjang dalam shahih bukhori yang intinya :

kelak setelah Rasulullah saw memberi syafaat pada ahli mahsyar dengan mengeluarkan para manusia dari padang yang amat menyengat itu menuju tempat pembalasannya,
manusia pun terbelah menjadi dua kubu,
sebagian langsung masuk surga dan sebagian tenggelam dalam siksa api neraka.

saat itu pun Rasulullah saw sujud pada Alloh dan beliau amat sangat memanjangkan sujudnya sampai Alloh memerintahkan untuk mengangkat kepala dan untuk meminta apapun yang ingin diminta,

Rasulullah saw hanya menjawab : "wahai tuhanku, ummatku ummatku,,"

Alloh menjawab : "wahai muhammad keluarkanlah penduduk neraka yang dalam hatinya terdapat sebiji kurma nilai keimanan".

Rasulullah saw mengangkat orang-orang itu dari neraka menuju surga.

setelah itu beliau kembali bersujud pada Alloh dan kembali memanjangkan sujudnya sampai Alloh perintahkan untuk mengangkat kepala dan meminta apapun yang diinginkan,

Rasulullah saw hanya menjawab : "wahai tuhanku, ummatku ummatku.."

Alloh pun menjawab :
"wahai muhammad keluarkanlah penduduk neraka yang dalam hatinya terdapat sebiji jagung nilai keimanan".

Rasulullah saw pun kembali menyelamatkan orang-orang itu dan memasukan mereka ke dalam surga,
tidak puas Rasulullah saw pun kembali sujud selama mungkin hingga Alloh berfirman : "angkat kepalamu muhammad, silahkan minta apapun yang kau inginkan."

Rasulullah saw tetap hanya menjawab : "wahai tuhanku, ummatku ummatku."

Allah swt pun menjawab : wahai muhammad, keluarkanlah penduduk neraka yang dalam hatinya terdapat sebiji debu nilai keimanan,

Rasulullah saw pun dengan sigap menolong orang-orang itu dan memasukannya kedalam surga.

dan lagi lagi Rasulullah saw kembali sujud dengan cara yang sama,
sampai Alloh pun lagi lagi memerintahkan mengangkat kepala dan menanyai apa lagi yang diinginkan nabi muhammad.

Rasulullah saw tetap dengan jawaban pertamanya : "wahai tuhanku, ummatku ummatku."

Alloh pun menegaskan : wahai muhammad, keluarkan siapapun dari penduduk neraka yang dalam hatinya terdapat kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH

maka rasulullah saw dengan sangat bahagia menyelamatkan semua umat manusia yang masih punya syahadat dari api neraka hingga tak tersisa satupun orang yang bersyahadat dalam api neraka.


___

Sebagian ulama menjelaskan bahwa keimanan sebiji debu itu contohnya seperti orang berjalan hati-hati karena tak ingin menginjak semut.

Ada dibagian mana keimanan kita...?



Sumber ::
Majelis Rosululloh JATIM




___

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya manakah yang benar antar "Kowe" dengan "Koe"?

Halo sobat! Makasih ya udah mampir ke FSNtimes, oh ya kali ini FSNtimes akan membahas tentang “Belajar Bahasa Jawa Yang Benar”. Kok bahasa jawa sih? Yo iyo, amarga kan aku wong jowo hihihi. Pada umumnya, Orang Jawa biasanya memanggil seseorang (kamu) dengan kata “kowé” atau “koe” ( yah walaupun ada lagi dengan bahasa yang lebih halus yaitu “Panjenengan dan Njenengan”. Tapi taukah kalian bahwa “Kowé” dan “Kamu”  itu memiliki arti yang berbeda? Berikut penjelasannya: Dalam kamus bahasa jawa “kowé” memiliki arti kamu. Sedangkan “koe” artinya adalah Anak lutung atau Anak Monyet. Nah jadi akhirnya yang benar adalah “Kowé” bukan “koe” jadi mulai dari sekarang kita harus berhati-hati dalam menulis dan mengucapkan kata “Kowé dan Koe” karena walaupun hanya beda satu huruf tapi akan membuat maknanya berbeda jauh. Dan kita juga bisa mendapat dosa lho karena jika kita menggunakan kata “koe” untuk memanggil nama orang, maka sama saja kita menghina atau menganggap orang itu adalah “Anak Lutu...

Berbakti Kepada Orang Tua - Ustadz Hanan Attaki

B erbakti kepada kedua Orang Tua FSNtimes  Ada satu hadist dari Rasulullah SAW tentang berbakti kepada orang tua ” Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya, Diluaskan Rezekinya, Hendaklah ia berbakti kepada orang tua. Dan menyambung silahturahim” Ternyata, Berbakti kepada orang tua itu adalah syarat untuk diberikan umur yang panjang. Arti umur yang panjang ada dua: yang pertama bisa bener-bener Allah tambah durasi waktu, yang kedua bisa berarti kehidupan kita itu akan sangat bahagia sepanjang hidup. Tidak ada yang sia-sia. Sehingga kalau kita merasa bahwa pekerjaan kita mulai banyak masalah, usaha-usaha kita mulai mengalami kerugian, lantas kita mencari-cari penyebabnya.   Kita evaluasi sekian banyak hal, Tapi jangan lupa, yang pertama harus kita evaluasi adalah kita evaluasi dulu hubungan kita dengan Allah SWT, kemudian evaluasi hubungan kita dengan orang tua. Oleh: Ustadz Tengku Hanan Attaki Twitter : @PemudaHijrah      ...

Dilan Bukan Pemuda Idaman!!!

Dilan, Bukanlah Pemuda Idaman! Oleh: Muhammad Fahrul Alam FSNtimes Sobat, akhir-akhir ini dunia remaja di Indonesia sedang diramaikan film Dilan. Film dilan diadopsi dari novel berjudul sama, yaitu Dilan 1990. Sebagai muslim dan muslimah yang cerdas, tak layak bagi kita merespon dengan cepat dan mudah ikut-ikutan. Biasakan berfikir sebelum berbuat. Film Dilan ini makin membuat kita membawa kedekatan kepada Allah atau justru malah merangsang kemaksiatan kita pada Allah. Baca juga:  Amalan kecil yang bisa membawa kita masuk surga Sobat, tak ada yang mengagumkan dari novel dan film Dilan ini. Jalan ceritanya didominasi dengan pacaran yang jelas-jelas haram dalam islam, pendewaan nafsu, dan maksiat atas nama Cinta. Jika banyak yang bilang keunikan ada diromantisme Dilan. Namun justru disitulah rayuan maut syaitan yang membius iman kita. Kecerdasan yang ditampilkan dalam jalan cerita hanyalah kamuflase dari kebodohan pemuda yang dangkal ajaran agama dan iman yang ...