Langsung ke konten utama

Sebuah Jebakan Tikus

🖇 JEBAKAN TIKUS


Suatu hari seorang murid mengunjungi gurunya, setelah masuk rumah sang guru, si murid merasa prihatin dengan kondisi rumah sang guru, dengan banyak sekali tikus berkeliaran di dalam rumah tersebut.

 Setelah pulang, si murid pun pergi ke pasar untuk membeli jebakan tikus, yang akan di hadiahkan kepada Gurunya.

 Esoknya si murid kembali mendatangi rumah sang guru, dan menghadiahkan jebakan tikus tersebut, dengan harapan agar rumah gurunya bersih dari tikus. Setelah menerangkan cara menjebak tikus, si murid pun pulang.

 Beberapa hari kemudian si murid ingin berkunjung kembali ke rumah sang guru. Sesampainya di rumah sang guru, alangkah terkejutnya si murid, karena dirumah sang guru, masih terdapat banyak sekali tikus, dan dia melihat jebakan tikus yang dia hadiahkan kepada sang guru, hanya tergantung di dinding dan tidak terpakai.

Si murid pun bertanya : "wahai guruku, bukankah telah saya ajarkan cara memakai jebakan tikus tersebut kepada engkau? Tapi kenapa tidak dipasang jebakan tersebut, agar tikus tikus di rumah ini tidak mengganggumu"?.

 Sang guru pun menjawab : "seperti yang kamu katakan, memang benar rumahku aman dari tikus, saat kupasang jebakan itu. Tapi sejak rumahku sepi dari tikus, aku melihat tetanggaku mulai terganggu karena tikus tikus yang ada disini berpindah ke rumah tetanggaku. Karena itulah aku tidak mau memakai jebakan itu lagi. Aku tidak mau rumah tetanggaku banyak tikus sementara rumahku aman dari tikus, biar saja aku bisa bersabar dengan keadaan ini, yang aku tidak sabar adalah, jika nanti diakhirat tetanggaku menuntutku hanya karena sebuah jebakan tikus yang kupasang dirumah".





____ t.me/kisah_inspiratif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebenarnya manakah yang benar antar "Kowe" dengan "Koe"?

Halo sobat! Makasih ya udah mampir ke FSNtimes, oh ya kali ini FSNtimes akan membahas tentang “Belajar Bahasa Jawa Yang Benar”. Kok bahasa jawa sih? Yo iyo, amarga kan aku wong jowo hihihi. Pada umumnya, Orang Jawa biasanya memanggil seseorang (kamu) dengan kata “kowé” atau “koe” ( yah walaupun ada lagi dengan bahasa yang lebih halus yaitu “Panjenengan dan Njenengan”. Tapi taukah kalian bahwa “Kowé” dan “Kamu”  itu memiliki arti yang berbeda? Berikut penjelasannya: Dalam kamus bahasa jawa “kowé” memiliki arti kamu. Sedangkan “koe” artinya adalah Anak lutung atau Anak Monyet. Nah jadi akhirnya yang benar adalah “Kowé” bukan “koe” jadi mulai dari sekarang kita harus berhati-hati dalam menulis dan mengucapkan kata “Kowé dan Koe” karena walaupun hanya beda satu huruf tapi akan membuat maknanya berbeda jauh. Dan kita juga bisa mendapat dosa lho karena jika kita menggunakan kata “koe” untuk memanggil nama orang, maka sama saja kita menghina atau menganggap orang itu adalah “Anak Lutu...

Lagu EDM terbaik yang wajib kalian miliki

Halo sobat Tingers!! Kali ini saya mau membahas Lagu EDM Terbaik menurut saya pribadi. EDM atau Electonic Dance Music akhir-akhir ini cukup booming karena EDM membawa musik yang enak dan membuat kita serasa ingin “Party”. Saat ini banyak musisi EDM yang terkenal. Namun, kebanyakan berasal dari luar negeri seperti The Chainsmoker, Alan Walker, Martin Garrix, Marshmello, DJ Snake, David Guetta, Calvin Harris, dan banyak lagi. Ada juga Musisi EDM dari indonesia yaitu Dipha Barrus. Berikut adalah daftar lagu EDM terbaik versi penulis: 1.        Scared To Be Lonely – Martin Garrix feat Dua lipa 2.        Sing Me To Sleep – Alan Walker 3.        Alone – Marsmello 4.        Faded – Alan Walker 5.        So Far Away – Martin Garrix feat David Guetta 6.        Paris – The Chainsmoker ...

Anak Yatim berhati Mulia

Anak Yatim berhati mulia Sesudah jum’atan aku masih duduk di teras masjid disalah satu kompleks sekolah. Masjid sudah sepi, jamaah sholat jum’at sudah bubar dengan kesibukanya masing-masing. Tiba-tiba ada seorang nenek yag menghampiriku, menawarkan dagangannya, yaitu berbagai kue tradisional. Awalnya aku tidak berminat membeli kue tradisional yang dijual Lima Ribu Rupiah per bunngkus ini, tetapi karena aku kasihan, akhirnya aku membeli satu bungkus. Nenek tua itu terlihat sangat letih saat ku lihat dia duduk di teras masjid yang tak jauh dariku, dan kulihat kue tradisional dagangannya masih banyak yang belum terjual. Tak lama kemudian, datang seorang anak lelaki dari kompleks sekolah itu datang menghampiri si nenek penjual kue tadi. Dan dialog antara nenek dengan anak itu terdengar jelas dari tempatku duduk “Berapa harga kue ini nek?” tanya anak itu “Satu bungkus Lima Ribu, nak” jawab nenek itu Anak itupun lalu mengeluarkan uang dengan nominal Lima Puluh Ribuan dari s...